Minggu, 26 November 2017

"OMAH KAYU"

"Omah Kayu, not just tree house"
tulisan di gerbang yang terbuat dari pepohonan menyambut kami yang tergopoh menyeret-nyeret koper dan segala tetek bengek buibu..

ke Omah Kayu sudah direncanakan lama sebenarnya, tapi beberapa kali pas ada kegiatan ke Malang dan sekitarnya malahan gak sempet ke sana.
Jadi...sekali ini kita sengaja menyediakan 2 hari 1 malam buat ke sana..

Dimulai dengan brosing masalah penginapan, 
aku dan temenku memang sudah niat banget buat menginap di salah satu rumah pohon yang ada di sini
waktu booking sih kata masnya check in jam 2 gitu.. eh ternyata kalo weekend check in nya jam 6 sore..tuiiing...

Dengan segala argumen akhirnya kita titipin tas dan lain-lain di markas 
Omah Kayu trus kita keliling-keliling deh di sekitaran sana..


Mata dimanjakan dengan warna hijau serta taman bunga beraneka warna,
udara sejuk pegunungan terasa segar di tengah matahari yang bersinar..
sepertinya menghabiskan waktu beberapa jam di tempat ini buat menunggu waktu check in tidaklah terlalu lama..

Dan...satu lagi yang dituju adalah... paralayang tandem..
jadi di pegunungan banyak ini juga ada kegiatan paralayang, makanya kalo menuju ke sini kita bilangnya omah kayu yang paralayang..
aku mencoba buat terbang paralayang, meskipun harus mengocek kantong lumayan dalam dan kurang puas karena waktu itu anginnya nggak mendukung buat lama-lama di atas, jadinya aku cuma menikmati terbang sekitar 4 menit..
Lumayanlah untuk pengalaman pertama..
Sebelum terbang sih agak-agak nervous takut salah..kelilit ato apa gitu, 
eh pas sudah melayang rasanya ringan banget..
dan berjalan lancar hingga mendarat.
Di daratan kita diangkut semacam ojek gitu tapi sebenarnya mereka memang bagian dari tim paralayang juga, ditandai dengan jaket yang mereka pakai.

Setelah sampai di atas lagi kita melapor ke bagian catat mencatat paralayang dan dapat sertifikat...hehe...

paralayang

beberapa warung juga ada di sekitaran lokasi, mulai dari warung bakso, 
warung kopi, warung tempat minum biasa atau sekedar mie instant..yang pasti warung-warung ini dipenuhi oleh pengunjung.. 
warung-warung ini hanya buka sampai pukul 8 malam, jadi kami harus beli cemilan malam saat itu.. :))
di dalam juga ada mba-mba yang jualan bunga warna warni dengan harga murah..bayangin 10 rebo dapat 3 tangkai.. omegot..


Tak terasa waktu menunjukkan pukul setengah 6 sore,
capek jalan dan baterai hape yang sekarat membawa kami kembali ke markas
Omah Kayu..
Bapak dan mas mas yang jaga di sini baik 
dan enak diajak ngobrol dan becandaan..

mas mas di markas

setelah menunggu beberapa saat sambil ngalor ngidul ngobrol sudah saatnya buat tutup wisata omah kayu..dan setelah tutup kami jadi bisa menempati kamar kami
karena hari itu cuma ada 2 unit yang disewa, jadi kami bebas memilih rumah pohon yang mau kami tempati
rumah pohon di sini ada 5 unit (3 unit yang cukup 2 orang dan 2 unit yang untuk family/ kalo nggak salah ingat ya..)
kami memilih rumah no.1
Oya, untuk toilet dan kamar mandi kami diberi kunci kamar mandi khusus untuk penginap, ada air panasnya lho..dan bersih.. cuman saat malam kami terpaksa memakai penerangan dari lampu hape untuk menuju toilet, 
yah, namanya juga di hutan.. 

rumah tetangga

menikmati waktu malam dengan suguhan pemandangan lampu-lampu kota 
di bawah penginapan benar-benar pemandangan yang menyejukkan, kami sampai tidak menutup jendela saat tidur agar masih bisa melihat kerlip lampu yang seperti kunang-kunang.
Suasana yang dingin membuat kami bolak balik ke toilet..haha..
kebetulan rumah nomor 2 ato tetangga kami juga ada yang menempati..


besok paginya kami explore omah kayu dengan bebas merdeka karena belum ada pengunjung yang datang..ohya.. kami dapat sarapan looo..nasi goreng yang dianterin sama mas Paijo.. :)

nasgor plus teh manis panas nya Mas Paijo
 



rasanya tinggal satu malam di Omah Kayu semacam kombinasi menikmati pemandangan alam seperti di pelem twilight dan menikmati udara segar tanpa polusi.. yaaaay...

saatnya beres-beres buat kembali ke kenyataan..haha
selagi menunggu jemputan ke bandara yang masih beberapa jam, kami ditawarin mas-mas di sana buat diantarin ke tempat-tempat wisata sekitaran situ..nah loo..mau banget..
inilah beberapa tempat yang kami kunjungi kemudian :

goa pinus, tidak jauh dari omah kayu

rumah papua..adanya di dalam goa pinus
desa wisata pujon kidul..agak jauh dari omah kayu, .. (btw abaikan jari yg tercapture ya..)

masih di pujon kidul..
begitulah..cukup banyak tempat yang didatangi buibu rempong berdua ini..
uhuuuiii...
kamu, kapan ke sini?







 




Senin, 19 Desember 2016

Ga ada bosannya buat ke "Loksado"

nggak ada bosannya buat ke Loksado, 
postingan kali ini adalah Loksado rasa baru dari postingan2 sebelumnya..karena camping di Loksado adalah pengalaman pertama saya
Jadi ceritanya, kita punya organisasi profesi ada acara semacam bakti sosial bagi-bagi sembako buat 100 keluarga di Loksado
berikutnya lanjut dengan acara rame-rame, mulai dari nge camp di all camp outbond
nyanyi dan joget rame-rame, api unggunan, rafting, trekking, foto-foto pastinyaaa, game,
ato sekedar menikmati mandi ala-ala di sungai belakang tenda..



nungguin sunrise yang nggak muncul2 karena kabut..
malam di tenda hujan lebaaaat sekali walopun tanpa angin..
tapi nggak ganggu kita tidur sama sekali karena emang capek banget nungguin dibikinin gelang mpe jam 1 malam


eh bangun-bangun subuh masih berasa hujan padahal ternyata itu suara aliran sungai di belakang tenda..hihi..

beberapa teman yang mau nyobain bambu rafting sedangkan saya karena sudah beberapa kali ber bamboo rafting memilih ikut trekking ke air terjun riam barajang dan air terjun riam hanai (eh yang terakhir nggak nyampe karena ternyata jalannya agak-agak berbahaya dan kita nggak mau kena bahaya..haaa..)


 

terakhirnya kita rafting jalur singkat pake perahu karet..yah sekitar 15 menitan gitu..
yang serunya pas kita rafting hujan tiba-tiba turun deras banget, 
jadi menghayati banget tuh raftingnya.. :)


ketika masih terbawa suasana rafting...hahaaa...
habis rafting, hujan2an berendam di air yang luar biasa dingiiiin...
 habis rafting dan makan siang kita siap-siap pulang..
walopun singkat waktunya tapi tetap Loksado mah selalu berkesan di hati.. 
(Loksado, 10-11 Desember 2016)

 

short time in Palangka Raya

Begitu banyaknya tempat yang mau didatangin..tapi gak cukup waktu..hihi..nasib lah orang yang punya tanggung jawab kerjaan pelayanan terhadap masyarakat..haaa...
Perjalanan dimulai dari mengejar sunset di Sungai Kahayan..heeemmm... 
baru nyampe istirahat bentar di hotel kita sudah siap-siap buat ke sungai kahayan nyari sunset..

nggak nemu sunset...hhmmm...mendung gerimis
Nongkrongin pemandangan jembatan dari pelabuhan sambil menikmati teh panas, kentang goreng, singkong goreng, sosis goreng (weeew..btw kami kelaparan...haha..) bermenit menit dan sayang sekali pemirsah, cuaca sedang mendung (ya iyelah lagi musimnya gitu..)..jangankan sunset, sedikit semburatnya pun nggak muncul. Rencana menikmati pemandangan jembatan kahayan diwaktu malam pun buyar karena sepertinya ada pemadaman listrik sehingga lampunya gak nyala...hihi..
begitulaaah...manusia kan cuma bisa berencana.. 
then kami cuss dari sana menuju cafe tjilik riwut buat makan malam, kemudian mampir sebentar di depan mesjid besar di Palangkaraya
hari itu berakhir setelah pulang dari sana..

 
besoknya kami memulai hari dengan car free day an di bundaran besar, kebetulan dari hotel tinggal jalan dikit udah nyampe.


ngobrol-ngobrol sama bapak2 komunitas sepeda ontel..

bahagia itu ternyata sederhana..hehe..
 dari sana kami balik hotel buat sarapan, mandi dan lanjut menuju 
Katingan ke Nyaru Menteng dan Danau Tahai 
dari 2 tempat itu kami lanjut ke Bukit Batu
Konon ceritanya bukit batu ini merupakan tempat pertapaan dari Tjilik Riwut.
Pemandangan oke dapat dilihat dari atas bukit yang mayan susah di daki karena terdiri dari bebatuan2 besar. 
suasana agak mistis apalagi kalo malam sepertinya..hihi..
ada beberapa sandung yang diberi kain kuning (disini biasanya kain kuning dipakai untuk yang keramat-keramat...hiiiyyy)
oya, sandung itu adalah rumah-rumah kecil yang dibuat untuk menaruh jasad manusia sebelum diadakan acara tiwah untuk pemakamannya..
tapi sandung di sini gak ada jasadnya sih....  


dari bukit batu kami ke batu banama
di sini ada batu besar yang bentuknya seperti kapal dan sebesar kapal memang..
legendanya sih seperti malin kundang gitu..
di sini ada sungai2 yang mengalir dari gunung dan airnya adem sangat..sempat deh berendam buat mendinginkan kaki yang capek jalan
kebetulan cuaca juga sangat terik.  





  cuss pulang ke hotel dan tepar sesaat..
besok paginya kami jalan-jalan di sekitar hotel saja..
ada perkampungan bali lengkap dengan pura nya di dekat hotel.. 
jadi..yaaah..palangkaraya rasa bali lah kira-kira..:))   


siap-siap dijemputin travel buat balik ke Banjarmasin.. 
perjalanan ke Palangkaraya berakhir di sini..sampai jumpa lain kali..    

 

Sabtu, 03 Desember 2016

"Danau Tahai"

Melanjutkan perjalanan dari Nyaru Menteng tidak jauh ada tempat wisata yang namanya Danau Tahai
Danau Tahai katanya memiliki keunikan dimana airnya berwarna merah karena akar tumbuhan yang berada di sekeliling danau ini, akan tetapi waktu saya ke sana tidak semerah yang saya bayangkan..



Di sekeliling danau didirikan jembatan-jembatan dan rumah-rumahan kecil untuk beristirahat yang mempercantik tempat ini..
Karena matahari lagi terik-teriknya di atas kepala, maka kami agak kurang mood menelusuri danau ini..
kami hanya duduk-duduk minum di salah satu rumahan yang ada di sana sembari berteduh 
Suasana cukup adem mungkin karena sekeliling adalah hutan bakau..dan suara burung yang bersahut-sahutan juga mengingatkan kalo kita lagi di sekeliling hutan..hee...



dari artikel yang saya baca katanya juga di hutan-hutan sini ada sejenis hewan uwak-uwak yaitu sejenis kera langka yang kebetulan hanya ada di kawasan ini, dan mereka dilindungi..
hmm tapi kami nggak ketemu tuh..mungkin karena masih pagi mereka masih tidur..jiaaaah...
untuk bersantai bersama keluarga tempat ini lumayan menyenangkan...dan juga sepertinya yang mau foto-foto prewed juga asik pemandangannya..

Borneo Orangutan Survival - Nyaru Menteng

Waktu saya mau jalan-jalan ke Palangka Raya tempat ini merupakan salah satu destinasi yang kepengen saya tuju. 


Tempat konservasi orang utan yang terdapat di Arboretum Nyaru Menteng sekitar 
30 km dari kota Palangka Raya.
sebelumnya gak ada ide apa saja kegiatan yang dilakukan di tempat konservasi ini, 
tapi sesampai di sana ada beberapa leaflet yang memberikan informasinya.
Katanya tempat ini menjalankan program reintroduksi orangutan yang didirikan tahun 1999, bergerak dalam merawat, merehabilitasi orangutan yang tersingkir dari habitatnya atau kehilangan induknya karena aktivitas pembangunan manusia.
Dijalankan oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) bekerjasama dengan masyarakat lokal dan para pemangku kepentingan.

 


Kesan pertama waktu sampai di sini tempatnya adem banget karena memang hutan..
Begitu masuk ke dalam rumahan nya ada banyak kursi kayu-maksudnya kursi yang dibuat dari batang pohon dan dipelitur- di depan sebuah layar proyektor yang memutar video mengenai konservasi orangutan.
Di dalam rumahan itu juga dijual merchandise berupa tshirt dan boneka orangutan yang ternyata keuntungannya juga di donasikan untuk konservasi orangutan tersebut, jadi kalo ke sini beli yaaa...
Kalo kamu mau donasi untuk membantu konservasi juga disediakan beberapa celengan untuk menampung.
untuk bantuan yang lainnya seperti adopsi untuk membantu biaya perawatan berkesinambungan dan proses rehabilitasi orangutan serta bantuan lain dapat dilihat 
di website www.orangutan.or.id 



Dari rumahan ini ada dinding kaca yang langsung dapat melihat ke kandang orangutan, tapi ada beberapa syarat yang harus kita patuhi seperti tidak boleh berteriak, pake kamera flash dan lain-lain.
Selain orangutan juga ada banyak monyet yang berkeliaran di sekitaran tempat konservasi ini..

kita balas ditontonin loh sama orangutan...:))

 

Dari perjalanan ini saya belajar untuk lebih mencintai dan menjaga alam agar ekosistem terjaga baik sehingga semua bisa hidup aman di habitatnya masing-masing..
dan semoga orangutan ini tidak mengalami kepunahan..

Cafe Tjilik Riwut

Bermula dari tayangan tentang wisata di Palangka Raya di sebuah televisi nasional..saya jadi punya beberapa alternatif tempat yang akan dikunjungi kalo ke sana..
Terus terang saya termasuk sering ke Palangka Raya karena jarak yang relatif dekat dengan Banjarmasin, bahkan saya dan adik pernah ke sana dengan naik sepeda motor doang..
Waktu yang ditempuh ke Palangka Raya sekitar 4 jam perjalanan melewati beberapa kota kabupaten dan jalanan yang kiri kanan nya masih kebanyakan hutan..

Nah salah satu tempat yang masuk bucket list kali ini adalah "cafe tjilik riwut"
Apa yang istimewa di sini?
Sebenarnya cafe ini tadinya adalah rumah Tjilik Riwut yaitu pejuang dan 
pendiri Kota Palangka Raya. 
Bangunan cafe ini khas tempo dulu walopun pastinya sudah ada renovasi juga, 
beralamat di jalan jenderal Sudirman Palangka Raya dan buka pukul 10.00-22.00.
Rumah ini disulap menjadi semacam galeri dan disertai cafe. 
Jejak-jejak perjuangan seperti pakaian, senjata, buku-buku, piagam-piagam penghargaan serta foto-foto terpampang rapi di dinding cafe.





Menu makanannya sebenarnya sama saja dengan tempat makan yang lain, ada nasi goreng dkk serta cemilan seperti kentang goreng, singkong goreng dan kawan-kawannya juga. Harganya juga relatif standar aja antara 20rb sd 40rb.
Katanya yang istimewanya adalah menu ikan-ikanan..tapi karena kami mampir pada malam hari jadi rasanya kurang tepat kalo mesan menu ikan..
akhirnya kami makan nasgor dan migor. 
Yang khas juga di sini tersedia baram atau minuman khas dayak yang mengandung alkohol..tentunya kami nggak minum itu ya..
Oya selain indoor juga ada lokasi makannya yang outdoor dan kami memilih untuk makan di luar dengan suasana taman agak remang-remang...:))
 di bawah pohon belimbing yang buahnya udah mateng-mateng..hmm
di luar dipasang alat pengusir nyamuk, jadi tetap nyaman menikmati suasana malam tanpa gangguan nyamuk..



Selain makan dan menikmati suasana penuh sejarah di cafe ini, ternyata kalo malam juga ada suguhan musik live..
Cukup menyenangkan untuk nongkrong-nongkrong di sini bareng teman-teman
2 kata untuk cafe ini : unik dan keren