Sabtu, 03 Desember 2016

Borneo Orangutan Survival - Nyaru Menteng

Waktu saya mau jalan-jalan ke Palangka Raya tempat ini merupakan salah satu destinasi yang kepengen saya tuju. 


Tempat konservasi orang utan yang terdapat di Arboretum Nyaru Menteng sekitar 
30 km dari kota Palangka Raya.
sebelumnya gak ada ide apa saja kegiatan yang dilakukan di tempat konservasi ini, 
tapi sesampai di sana ada beberapa leaflet yang memberikan informasinya.
Katanya tempat ini menjalankan program reintroduksi orangutan yang didirikan tahun 1999, bergerak dalam merawat, merehabilitasi orangutan yang tersingkir dari habitatnya atau kehilangan induknya karena aktivitas pembangunan manusia.
Dijalankan oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) bekerjasama dengan masyarakat lokal dan para pemangku kepentingan.

 


Kesan pertama waktu sampai di sini tempatnya adem banget karena memang hutan..
Begitu masuk ke dalam rumahan nya ada banyak kursi kayu-maksudnya kursi yang dibuat dari batang pohon dan dipelitur- di depan sebuah layar proyektor yang memutar video mengenai konservasi orangutan.
Di dalam rumahan itu juga dijual merchandise berupa tshirt dan boneka orangutan yang ternyata keuntungannya juga di donasikan untuk konservasi orangutan tersebut, jadi kalo ke sini beli yaaa...
Kalo kamu mau donasi untuk membantu konservasi juga disediakan beberapa celengan untuk menampung.
untuk bantuan yang lainnya seperti adopsi untuk membantu biaya perawatan berkesinambungan dan proses rehabilitasi orangutan serta bantuan lain dapat dilihat 
di website www.orangutan.or.id 



Dari rumahan ini ada dinding kaca yang langsung dapat melihat ke kandang orangutan, tapi ada beberapa syarat yang harus kita patuhi seperti tidak boleh berteriak, pake kamera flash dan lain-lain.
Selain orangutan juga ada banyak monyet yang berkeliaran di sekitaran tempat konservasi ini..

kita balas ditontonin loh sama orangutan...:))

 

Dari perjalanan ini saya belajar untuk lebih mencintai dan menjaga alam agar ekosistem terjaga baik sehingga semua bisa hidup aman di habitatnya masing-masing..
dan semoga orangutan ini tidak mengalami kepunahan..

Cafe Tjilik Riwut

Bermula dari tayangan tentang wisata di Palangka Raya di sebuah televisi nasional..saya jadi punya beberapa alternatif tempat yang akan dikunjungi kalo ke sana..
Terus terang saya termasuk sering ke Palangka Raya karena jarak yang relatif dekat dengan Banjarmasin, bahkan saya dan adik pernah ke sana dengan naik sepeda motor doang..
Waktu yang ditempuh ke Palangka Raya sekitar 4 jam perjalanan melewati beberapa kota kabupaten dan jalanan yang kiri kanan nya masih kebanyakan hutan..

Nah salah satu tempat yang masuk bucket list kali ini adalah "cafe tjilik riwut"
Apa yang istimewa di sini?
Sebenarnya cafe ini tadinya adalah rumah Tjilik Riwut yaitu pejuang dan 
pendiri Kota Palangka Raya. 
Bangunan cafe ini khas tempo dulu walopun pastinya sudah ada renovasi juga, 
beralamat di jalan jenderal Sudirman Palangka Raya dan buka pukul 10.00-22.00.
Rumah ini disulap menjadi semacam galeri dan disertai cafe. 
Jejak-jejak perjuangan seperti pakaian, senjata, buku-buku, piagam-piagam penghargaan serta foto-foto terpampang rapi di dinding cafe.





Menu makanannya sebenarnya sama saja dengan tempat makan yang lain, ada nasi goreng dkk serta cemilan seperti kentang goreng, singkong goreng dan kawan-kawannya juga. Harganya juga relatif standar aja antara 20rb sd 40rb.
Katanya yang istimewanya adalah menu ikan-ikanan..tapi karena kami mampir pada malam hari jadi rasanya kurang tepat kalo mesan menu ikan..
akhirnya kami makan nasgor dan migor. 
Yang khas juga di sini tersedia baram atau minuman khas dayak yang mengandung alkohol..tentunya kami nggak minum itu ya..
Oya selain indoor juga ada lokasi makannya yang outdoor dan kami memilih untuk makan di luar dengan suasana taman agak remang-remang...:))
 di bawah pohon belimbing yang buahnya udah mateng-mateng..hmm
di luar dipasang alat pengusir nyamuk, jadi tetap nyaman menikmati suasana malam tanpa gangguan nyamuk..



Selain makan dan menikmati suasana penuh sejarah di cafe ini, ternyata kalo malam juga ada suguhan musik live..
Cukup menyenangkan untuk nongkrong-nongkrong di sini bareng teman-teman
2 kata untuk cafe ini : unik dan keren
 

Senin, 28 November 2016

" Dusun Bambu "

Seperti tempat-tempat wisata lainnya di Lembang, yang dijual di sini memang pemandangan dan desain unik tempatnya..
Sebenarnya malas banget ke tempat wisata di hari libur..yang udah pasti banget adalah penuh dan gak nyaman lagi jadinya..tapi ya sudahlah memang ada waktunya pas itu hari..hehe..

Tiket masuknya 15rb rupiah, bisa ditukerin dengan air mineral 
Gak boleh bawa makanan dari luar.. secara di sana juga ada mini market dan food court makanan kecil gitu..haha..




Yang pertama kita cobain adalah tempat makan yang seperti sarang burung..namanya burangrang cafe kalo nggak salah
sewa tempatnya 100rb (yang kecil) terus kita langsung pesan 
makanan aja di situ.
Makanannya worthy lah sesuai harga dan tempatnya..lumayan enak..
yang nggak enaknya, orang-orang pada foto-foto di sekitaran sarang burung ini kan..nah kalo lewat pada ngeliatin kita yang lagi makan..huuff..



Setelah puas makan dan foto-foto, kita turun ke rabbit wonderland..
masuk sini kita dikenakan biaya lagi 35rb/orang dapet wortel 1 dan seikat kangkung

rumah kelinci



Apa yang asik? Asik banget main dengan kelinci-kelinci yang lucu, ngasih makan kelinci..dan tempatnya..huaaah...lucu banget
(sebenarnya ini tempat sepertinya buat anak-anak..soalnya labirinnya 
cetek banget..hihi..)
Kelincinya sebagian punya rumah-rumah sendiri gitu..
kayak rumah liliput, tinggi tapi kecil..
Beberapa juga dilepas dan berkeliaran di area rumput
Kita juga bisa ngeliat bayi-bayi kelinci


ini termasuk iconnya dusun bambu...pondok-pondok di tepi danau yang merupakan penginapan

pemandangan gini-gini nih yang bikin betah...segar banget yaa...

Minggu, 08 Mei 2016

"Jalan-jalan di Lembang"

Kegiatan organisasi profesi berupa rapat kerja nasional dan seminar ilmiah yang saya dan teman-teman se organisasi ikuti tahun ini diadakan di Bandung..
Jadwal selama 4 hari adalah amat sangat padat, jadi kami menambah 1 hari untuk menyempatkan diri menelusuri kota Bandung setelah 
semua acara selesai..
Dan di pagi Jum'at itu meluncurlah kami ke Lembang..

" De Ranch "

De ranch ini dirancang seperti situasi di daerah koboi-koboi gitu..
Ada kuda, belajar berkuda dan lain-lain lah..
bahkan settingan tempatnya dibuat ala koboi..^^
Pemandangannya cukup memanjakan mata dengan hijau dimana-mana..
tapi kalo kita nggak melakukan berkuda dan hal-hal semacam itu maka 
 ke sana cuman sebatas berfoto-foto doank..
Sepertinya ada kebun bunga juga..tapi shortcutnya di tutup jadi males melalui jalan yang biasa dilewati kuda..
lagipula rombongan sepertinya sudah mau pergi ajah..
Btw, di sini karcis bisa ditukerin sama segelas susu yang ada rasanya..enaaak.. 
Saya juga ngerasain es krim susu, rasanya juga enak..

 

 



" Floating Market "


 Nah..di sini agak lamaan karena yang cowok pada mau shalat Jum'at dulu..
jd kita ditinggalin buat eksplore tempat ini..
Mmm..kebanyakan belanja nya sih..hihi..
Belanja souvenir kecil-kecil kayak magnet kulkas sama gantungan kunci, 
terus jajan makanan..
Pas masuk tiket juga bisa ditukerin sama segelas kopi, karena kebetulan saya nggak doyan kopi jadi saya melewatkan counter itu
Buat jajan makanan di floating market kita harus pake koin. 
Koin nya bisa beli di depan pas masuk atau di area jajanan. 
Selain jajanan di area floating market sekelilingnya juga ada 
tempat-tempat makan berat ^^
Pemandangannya asik dan bagus banget..banyak spot buat foto-foto
Yang sayangnya kita nggak sempat mw nyobain naik perahu menyeberang..
soalnya lagi istirahat tukang perahunya :)




" Farm House " 

Di sini tiket masuk bisa ditukerin segelas jumbo susu 
(Jumbo dibanding yang di de ranch..masalahnya saya minum nggak abis-abis..haha)


ini sebenarnya di depan rumah hobbit..tapi ketutupan sama kami..haha..
Tempat ini lucu banget..
Ada bangunan-bangunan kayak di eropa kuno gitu
ada tangga yang di sampingnya dipasangin gembok cinta ala-ala di Korea 
dan Paris juga
Terus disini juga ada rumah hobbit kayak di Australi
Selain dimanjakan dengan desain tempat ala-ala eropa, mata juga seger melihat bunga-bunga an yang tumbuh subur dengan berbagai macam dan bentuk..hwaaaa....jadi betah...
Di sini juga menyewakan pakaian ala eropa buat foto-foto
Bisa ngasih minum susu domba juga...asik nggak sih
 
gembok cinta dipasangin di pagar tangga ini nih..hhmmm..

Jumat, 06 Mei 2016

Pejalan ala Perjadin :"Kota Kandangan"

Sebelum saya lupa, mau review penginapan bagus di Kota Kandangan..bersih, murah dan etnik.. dengan fasilitas standar seperti air panas, TV dan AC
Ketika beberapa saat yang lalu kami perjalanan dinas ke kota ini, kami kerepotan mencari penginapan, karena sebelumnya jarang sekali menginap di kota ini.
Oleh teman yang kerja di Dinas Kesehatan kami di ajak ke Wisma Hamawang..
Tempatnya tidak jauh dari pusat kota
Dengan nuansa warna hijau di sekeliling bangunan, tempatnya juga lumayan asri. Ada dua bangunan di dalam pagar wisma ini. Bangunan rumah banjar yang juga berfunsi sebagai resepsionis dan bangunan penginapan yang hanya memiliki 6 kamar, 
3 kamar di masing-masing lantai. 
Bangunan rumah banjar yang terbuat dari papan ulin ini masih dipertahankan setengah dari keasliannya sehingga menarik sekali dilihat dari luar (mengingatkan akan rumah nenek jaman kami anak-anak), dimana rumah dibangun dengan tiang-tiang yang tinggi sehingga di bawah rumah bisa dipakai buat bermain anak-anak (bangunan yang ini nggak setinggi rumah dulu) Bentuk bangunan seperti ini sekarang jarang digunakan sebagai rumah.



bangunan rumah tempo dulu yang dijadikan resepsionis

bangunan penginapan
Kabupaten yang beribukota Kandangan ini termasuk kota yang sering dikunjungi para petualang karena wisata alamnya yang cantik contohnya seperti Loksado..jadi penginapan ini mungkin bisa jadi alternatif buat menginap sebelum ke Loksado..


The Bath Box

Sudah lama mw review produk satu ini "The Bath Box"
Awalnya karena baca masalah bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik jadi hunting-hunting produk alami, rekomendasi nya salah satu adalah brand ini.. 
Kenapa the bath box, sebenarnya karena kepincut packagingnya yang keren..;))
Nah jadi saya nyobain beberapa produk dari the bath box ini, antara lain :


Replenish Toner
Penyegar wajah untuk menghidrasi kulit, anti aging dan anti implamantory dengan cara pakainya disemprot. 
Isinya terdiri dari : aloe vera, blueberry, green tea extract
Waktu pertama dibuka wangi banget sampai hidung sakit, mungkin karena wanginya terkurung..hihi..kemudiannya sih udah nggak seberapa wangi lagi. Kalo pake toner ini ya muka berasa lembab, apalagi kalo habis disemprot dipakein facial oil. Enaknya dipake pagi hari sebelum nge aplikasikan pelembab, sama malam pas mau pakein 
facial oil. 



 Facial Oil : Keep it right
Facial oil nya the bath box ada 3 macam yaitu I'll be perpect buat kulit berminyak dan berjerawat, keep it right buat kulit normal dan I'm Maxie untuk kulit kering. Dari testi2nya sih yang paling banyak dipakai i'll be perfect. Yang jerawatan kulitnya jadi membaik setelah pake sekitar 2 botol.Kulit saya berminyak tapi nggak pernah jerawatan, jadi setelah tanya-tanya dianjurin pake keep it right.
Cara pakenya diaplikasikan pada muka yang masih basah. Jadi, cuci muka dulu dan jangan dikeringin ato kalo saya sih tinggal semprotin replenish toner, terus teteskan 3-5 tetes facial oil di telapak tangan terus diratakan di wajah sambil dipijat-pijat. Saya pake facial oilnya 2x sehari, pagi dan malam.


Clay Mask : Breakfast Porridge
Masker ini termasuk yang favorit karena nyaman banget habis pakenya, kulit berasa bersih, lembut dan kenyal-kenyal gimanaaaa gitu...bagusnya dipake malam sebelum tidur..
Cara pakenya kaya maskeran biasa, terus nggak boleh sampai kering karena ini clay mask. Habis setengah kering langsung dipijat-pijat lembut pe pada jatuh tuh masker baru muka dibilas pake air.


Body Lotion : Baby Attack
Beli ini kebetulan karena lagi diskon di shoppe :) soalnya harganya rada mahal untuk lotion ukuran 200 ml. sebenernya saya mw nyobain pake body oil, tapi karena lagi-lagi lumayan mahal, gak jadi deh. Kalo produk yg alami memang harganya lebih mahal dari yang banyak bahan kimianya, karena konon katanya segala macam minyak-minyak alami itu harga per mili nya udah mahal.
Nah soal baby attack wanginya sukaaaa banget kaya bayi-bayi gitu, cuman teksture lotionnya emang beda dengan lotion biasa, agak lebih kasar tapi cepat meresap kok di kulit.


Nah gitu deh review produk the bath box..
kalo mau repurchased kayanya saya milih replenish dan breakfast porridge..<3 <3

Senin, 25 April 2016

Pejalan ala Perjadin : Pantai Pagatan

Kita terlalu sibuk dengan kegiatan wara wiri koordinasi ke kabupaten..
tapi...gak ada yang nggak bisa...hehe..
harus disempetin jalan-jalan ke pantai
Nggak sengaja juga sih...
jadi di Kalimantan Selatan itu ada 2 kabupaten yang jauh banget dari peredaran, 
tapi kalo kita menuju ke sana, sebelum sampai di ibukota kabupaten I kita akan disuguhi pemandangan pantai sepanjang jalan sejauh beberapa kilometer..
karena jalan raya nya tepat di samping pantai
Nah kita bisa mampir di sini nih di pinggir-pinggir jalan 
dan sekedar main air sebentar trus foto-foto..
Yang pastinya melihat pemandangan yang indah-indah membuat capek sejenak hilang kaan...






Untuk menuju kabupaten yang satunya dari ibukota kabupaten pertama yaitu Batulicin masih harus nyebrang naik fery sekitar 20 menit
nah tiba deh di Kotabaru...
kalo kalian pernah dengar tempat yang namanya Samber Gelap..yah dari Kotabaru ini masih harus mabok laut dulu beberapa jam baru nyampe..
Untuk menuju Batulicin butuh waktu sekitar 6 jam dan ke Kotabaru ditambah sekitar 1 jam..
siapa tahu ada yang mau jalan-jalan??

view dari atas fery..hihi..

view dari ruang makan di hotel