Senin, 19 Desember 2016

Ga ada bosannya buat ke "Loksado"

nggak ada bosannya buat ke Loksado, 
postingan kali ini adalah Loksado rasa baru dari postingan2 sebelumnya..karena camping di Loksado adalah pengalaman pertama saya
Jadi ceritanya, kita punya organisasi profesi ada acara semacam bakti sosial bagi-bagi sembako buat 100 keluarga di Loksado
berikutnya lanjut dengan acara rame-rame, mulai dari nge camp di all camp outbond
nyanyi dan joget rame-rame, api unggunan, rafting, trekking, foto-foto pastinyaaa, game,
ato sekedar menikmati mandi ala-ala di sungai belakang tenda..



nungguin sunrise yang nggak muncul2 karena kabut..
malam di tenda hujan lebaaaat sekali walopun tanpa angin..
tapi nggak ganggu kita tidur sama sekali karena emang capek banget nungguin dibikinin gelang mpe jam 1 malam


eh bangun-bangun subuh masih berasa hujan padahal ternyata itu suara aliran sungai di belakang tenda..hihi..

beberapa teman yang mau nyobain bambu rafting sedangkan saya karena sudah beberapa kali ber bamboo rafting memilih ikut trekking ke air terjun riam barajang dan air terjun riam hanai (eh yang terakhir nggak nyampe karena ternyata jalannya agak-agak berbahaya dan kita nggak mau kena bahaya..haaa..)


 

terakhirnya kita rafting jalur singkat pake perahu karet..yah sekitar 15 menitan gitu..
yang serunya pas kita rafting hujan tiba-tiba turun deras banget, 
jadi menghayati banget tuh raftingnya.. :)


ketika masih terbawa suasana rafting...hahaaa...
habis rafting, hujan2an berendam di air yang luar biasa dingiiiin...
 habis rafting dan makan siang kita siap-siap pulang..
walopun singkat waktunya tapi tetap Loksado mah selalu berkesan di hati.. 
(Loksado, 10-11 Desember 2016)

 

short time in Palangka Raya

Begitu banyaknya tempat yang mau didatangin..tapi gak cukup waktu..hihi..nasib lah orang yang punya tanggung jawab kerjaan pelayanan terhadap masyarakat..haaa...
Perjalanan dimulai dari mengejar sunset di Sungai Kahayan..heeemmm... 
baru nyampe istirahat bentar di hotel kita sudah siap-siap buat ke sungai kahayan nyari sunset..

nggak nemu sunset...hhmmm...mendung gerimis
Nongkrongin pemandangan jembatan dari pelabuhan sambil menikmati teh panas, kentang goreng, singkong goreng, sosis goreng (weeew..btw kami kelaparan...haha..) bermenit menit dan sayang sekali pemirsah, cuaca sedang mendung (ya iyelah lagi musimnya gitu..)..jangankan sunset, sedikit semburatnya pun nggak muncul. Rencana menikmati pemandangan jembatan kahayan diwaktu malam pun buyar karena sepertinya ada pemadaman listrik sehingga lampunya gak nyala...hihi..
begitulaaah...manusia kan cuma bisa berencana.. 
then kami cuss dari sana menuju cafe tjilik riwut buat makan malam, kemudian mampir sebentar di depan mesjid besar di Palangkaraya
hari itu berakhir setelah pulang dari sana..

 
besoknya kami memulai hari dengan car free day an di bundaran besar, kebetulan dari hotel tinggal jalan dikit udah nyampe.


ngobrol-ngobrol sama bapak2 komunitas sepeda ontel..

bahagia itu ternyata sederhana..hehe..
 dari sana kami balik hotel buat sarapan, mandi dan lanjut menuju 
Katingan ke Nyaru Menteng dan Danau Tahai 
dari 2 tempat itu kami lanjut ke Bukit Batu
Konon ceritanya bukit batu ini merupakan tempat pertapaan dari Tjilik Riwut.
Pemandangan oke dapat dilihat dari atas bukit yang mayan susah di daki karena terdiri dari bebatuan2 besar. 
suasana agak mistis apalagi kalo malam sepertinya..hihi..
ada beberapa sandung yang diberi kain kuning (disini biasanya kain kuning dipakai untuk yang keramat-keramat...hiiiyyy)
oya, sandung itu adalah rumah-rumah kecil yang dibuat untuk menaruh jasad manusia sebelum diadakan acara tiwah untuk pemakamannya..
tapi sandung di sini gak ada jasadnya sih....  


dari bukit batu kami ke batu banama
di sini ada batu besar yang bentuknya seperti kapal dan sebesar kapal memang..
legendanya sih seperti malin kundang gitu..
di sini ada sungai2 yang mengalir dari gunung dan airnya adem sangat..sempat deh berendam buat mendinginkan kaki yang capek jalan
kebetulan cuaca juga sangat terik.  





  cuss pulang ke hotel dan tepar sesaat..
besok paginya kami jalan-jalan di sekitar hotel saja..
ada perkampungan bali lengkap dengan pura nya di dekat hotel.. 
jadi..yaaah..palangkaraya rasa bali lah kira-kira..:))   


siap-siap dijemputin travel buat balik ke Banjarmasin.. 
perjalanan ke Palangkaraya berakhir di sini..sampai jumpa lain kali..    

 

Sabtu, 03 Desember 2016

"Danau Tahai"

Melanjutkan perjalanan dari Nyaru Menteng tidak jauh ada tempat wisata yang namanya Danau Tahai
Danau Tahai katanya memiliki keunikan dimana airnya berwarna merah karena akar tumbuhan yang berada di sekeliling danau ini, akan tetapi waktu saya ke sana tidak semerah yang saya bayangkan..



Di sekeliling danau didirikan jembatan-jembatan dan rumah-rumahan kecil untuk beristirahat yang mempercantik tempat ini..
Karena matahari lagi terik-teriknya di atas kepala, maka kami agak kurang mood menelusuri danau ini..
kami hanya duduk-duduk minum di salah satu rumahan yang ada di sana sembari berteduh 
Suasana cukup adem mungkin karena sekeliling adalah hutan bakau..dan suara burung yang bersahut-sahutan juga mengingatkan kalo kita lagi di sekeliling hutan..hee...



dari artikel yang saya baca katanya juga di hutan-hutan sini ada sejenis hewan uwak-uwak yaitu sejenis kera langka yang kebetulan hanya ada di kawasan ini, dan mereka dilindungi..
hmm tapi kami nggak ketemu tuh..mungkin karena masih pagi mereka masih tidur..jiaaaah...
untuk bersantai bersama keluarga tempat ini lumayan menyenangkan...dan juga sepertinya yang mau foto-foto prewed juga asik pemandangannya..

Borneo Orangutan Survival - Nyaru Menteng

Waktu saya mau jalan-jalan ke Palangka Raya tempat ini merupakan salah satu destinasi yang kepengen saya tuju. 


Tempat konservasi orang utan yang terdapat di Arboretum Nyaru Menteng sekitar 
30 km dari kota Palangka Raya.
sebelumnya gak ada ide apa saja kegiatan yang dilakukan di tempat konservasi ini, 
tapi sesampai di sana ada beberapa leaflet yang memberikan informasinya.
Katanya tempat ini menjalankan program reintroduksi orangutan yang didirikan tahun 1999, bergerak dalam merawat, merehabilitasi orangutan yang tersingkir dari habitatnya atau kehilangan induknya karena aktivitas pembangunan manusia.
Dijalankan oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) bekerjasama dengan masyarakat lokal dan para pemangku kepentingan.

 


Kesan pertama waktu sampai di sini tempatnya adem banget karena memang hutan..
Begitu masuk ke dalam rumahan nya ada banyak kursi kayu-maksudnya kursi yang dibuat dari batang pohon dan dipelitur- di depan sebuah layar proyektor yang memutar video mengenai konservasi orangutan.
Di dalam rumahan itu juga dijual merchandise berupa tshirt dan boneka orangutan yang ternyata keuntungannya juga di donasikan untuk konservasi orangutan tersebut, jadi kalo ke sini beli yaaa...
Kalo kamu mau donasi untuk membantu konservasi juga disediakan beberapa celengan untuk menampung.
untuk bantuan yang lainnya seperti adopsi untuk membantu biaya perawatan berkesinambungan dan proses rehabilitasi orangutan serta bantuan lain dapat dilihat 
di website www.orangutan.or.id 



Dari rumahan ini ada dinding kaca yang langsung dapat melihat ke kandang orangutan, tapi ada beberapa syarat yang harus kita patuhi seperti tidak boleh berteriak, pake kamera flash dan lain-lain.
Selain orangutan juga ada banyak monyet yang berkeliaran di sekitaran tempat konservasi ini..

kita balas ditontonin loh sama orangutan...:))

 

Dari perjalanan ini saya belajar untuk lebih mencintai dan menjaga alam agar ekosistem terjaga baik sehingga semua bisa hidup aman di habitatnya masing-masing..
dan semoga orangutan ini tidak mengalami kepunahan..

Cafe Tjilik Riwut

Bermula dari tayangan tentang wisata di Palangka Raya di sebuah televisi nasional..saya jadi punya beberapa alternatif tempat yang akan dikunjungi kalo ke sana..
Terus terang saya termasuk sering ke Palangka Raya karena jarak yang relatif dekat dengan Banjarmasin, bahkan saya dan adik pernah ke sana dengan naik sepeda motor doang..
Waktu yang ditempuh ke Palangka Raya sekitar 4 jam perjalanan melewati beberapa kota kabupaten dan jalanan yang kiri kanan nya masih kebanyakan hutan..

Nah salah satu tempat yang masuk bucket list kali ini adalah "cafe tjilik riwut"
Apa yang istimewa di sini?
Sebenarnya cafe ini tadinya adalah rumah Tjilik Riwut yaitu pejuang dan 
pendiri Kota Palangka Raya. 
Bangunan cafe ini khas tempo dulu walopun pastinya sudah ada renovasi juga, 
beralamat di jalan jenderal Sudirman Palangka Raya dan buka pukul 10.00-22.00.
Rumah ini disulap menjadi semacam galeri dan disertai cafe. 
Jejak-jejak perjuangan seperti pakaian, senjata, buku-buku, piagam-piagam penghargaan serta foto-foto terpampang rapi di dinding cafe.





Menu makanannya sebenarnya sama saja dengan tempat makan yang lain, ada nasi goreng dkk serta cemilan seperti kentang goreng, singkong goreng dan kawan-kawannya juga. Harganya juga relatif standar aja antara 20rb sd 40rb.
Katanya yang istimewanya adalah menu ikan-ikanan..tapi karena kami mampir pada malam hari jadi rasanya kurang tepat kalo mesan menu ikan..
akhirnya kami makan nasgor dan migor. 
Yang khas juga di sini tersedia baram atau minuman khas dayak yang mengandung alkohol..tentunya kami nggak minum itu ya..
Oya selain indoor juga ada lokasi makannya yang outdoor dan kami memilih untuk makan di luar dengan suasana taman agak remang-remang...:))
 di bawah pohon belimbing yang buahnya udah mateng-mateng..hmm
di luar dipasang alat pengusir nyamuk, jadi tetap nyaman menikmati suasana malam tanpa gangguan nyamuk..



Selain makan dan menikmati suasana penuh sejarah di cafe ini, ternyata kalo malam juga ada suguhan musik live..
Cukup menyenangkan untuk nongkrong-nongkrong di sini bareng teman-teman
2 kata untuk cafe ini : unik dan keren
 

Senin, 28 November 2016

" Dusun Bambu "

Seperti tempat-tempat wisata lainnya di Lembang, yang dijual di sini memang pemandangan dan desain unik tempatnya..
Sebenarnya malas banget ke tempat wisata di hari libur..yang udah pasti banget adalah penuh dan gak nyaman lagi jadinya..tapi ya sudahlah memang ada waktunya pas itu hari..hehe..

Tiket masuknya 15rb rupiah, bisa ditukerin dengan air mineral 
Gak boleh bawa makanan dari luar.. secara di sana juga ada mini market dan food court makanan kecil gitu..haha..




Yang pertama kita cobain adalah tempat makan yang seperti sarang burung..namanya burangrang cafe kalo nggak salah
sewa tempatnya 100rb (yang kecil) terus kita langsung pesan 
makanan aja di situ.
Makanannya worthy lah sesuai harga dan tempatnya..lumayan enak..
yang nggak enaknya, orang-orang pada foto-foto di sekitaran sarang burung ini kan..nah kalo lewat pada ngeliatin kita yang lagi makan..huuff..



Setelah puas makan dan foto-foto, kita turun ke rabbit wonderland..
masuk sini kita dikenakan biaya lagi 35rb/orang dapet wortel 1 dan seikat kangkung

rumah kelinci



Apa yang asik? Asik banget main dengan kelinci-kelinci yang lucu, ngasih makan kelinci..dan tempatnya..huaaah...lucu banget
(sebenarnya ini tempat sepertinya buat anak-anak..soalnya labirinnya 
cetek banget..hihi..)
Kelincinya sebagian punya rumah-rumah sendiri gitu..
kayak rumah liliput, tinggi tapi kecil..
Beberapa juga dilepas dan berkeliaran di area rumput
Kita juga bisa ngeliat bayi-bayi kelinci


ini termasuk iconnya dusun bambu...pondok-pondok di tepi danau yang merupakan penginapan

pemandangan gini-gini nih yang bikin betah...segar banget yaa...